Materi Kuliah Rekayasa Pondasi II-Deep Foundation

Waspada terhadap bencana gempa, tsunami, banjir, longsor, letusan gunung berapi !!!

Senin, 08 November 2010

Pola Pengendalian Longsor (Land Slide) di SULUT

Pola Pengendalian Longsor (Land Slide) di SULUT
Oleh :
Dr. Fabian J. Manoppo

Kondisi topografi Sulawesi Utara yang berbukit bukit dimana cukup banyak kemiringan lereng diatas 15% menyebabkan Sulawesi Utara berpotensi besar mengalami bahaya longsor hal ini dibuktikan dimana hampir setiap tahun selalu terjadi longsor dan telah meminta korban baik jiwa maupun materil yang tidak sedikit. Khususnya pada tahun ini tercatat korban jiwa cukup banyak itu berarti tanda waspada bagi kita semua bahwa kedepan bukan tidak mungkin akan lebih parah lagi dimana kita tidak menginginkan bersama kondisi longsor yang terjadi bersamaan di Filipina yang menelan korban jiwa sekitar 1000 orang . Kenapa kondisi ini masih terus berlangsung dari tahun ketahun ini disebabkan Pemerintah dalam penanganan masalah longsor masih secara Parsial maksudnya nanti ada kejadian baru terlihat keseriusan kalaupun ada proyek-proyek penanggulangan bencana longsor masih bersifat Projek Oriented (yang penting ada dana kong so dapa lia ada pembangunan dengan tidak mengoptimalkan maksud dan tujuan pembangunan proyek tersebut apalagi kalau ditanya pasca pembangunan proyek berupa parawatan) jadi dimana daerah yang longsor disitu dilakukan penanganan. Padahal untuk memitigasi/meminimalkan bahaya yang diakibatkan oleh tanah longsor harus secara Holistic/Komprehensif atau berkesinambungan dan menyeluruh dengan menggunakan kajian-kajian ilmiah yang baik serta melibatkan seluruh stakeholder. Keadaan ini kalau terus dibiarkan tanpa adanya upaya-upaya penanggulangan secara Holistic/ Komprehensif atau dengan kata lain terpola dengan baik maka bahaya longsor akan terus terjadi. Pola yang bagaimana yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara. Berikut ini penjelasan mengenai Pengertian Longsor, Cara-Cara Memprediksi Terjadinya Longsor, Metode Pengendalian Longsor serta Pola Pengendalian Bencana Tanah Longsor :

1. Definisi longsoran adalah perpindahan massa tanah/batuan pada arah tegak, mendatar atau miring dari kedudukan semula, termasuk juga deformasi lambat atau jangka panjang dari suatu lereng yang biasa disebut rayapan (creep). Tapi tidak termasuk aliran lahar dan amblasan/penurunan tanah (subsidence) akibat proses konsolidasi atau perbedaan kekuatan dari pondasi bangunan.

2. Tipe dan jenis tanah longsoran menurut klasifikasi Highway Research
Board 1978 dibagi menjadi lima kelompok utama yaitu :
- Runtuhan
Merupakan gerakan tanah yang disebabkan keruntuhan tarik yang diikuti dengan gerakan jatuh bebas akibat gravitasi. Pada tipe runtuhan ini massa tanah atau batuan lepas dari suatu lereng atau tebing curam dengan sedikit atau tampa terjadi pergeseran (tanpa bidang longsoran). Runtuhan dapat terjadi apabila material yang dibawahnya lebih lemah (antara lain oleh karena erosi atau penggalian) dari lapisan diatasnya
- Jungkiran
Merupakan jenis gerakan memutar kedepan dari satu atau beberapa blok tanah/batuan terhadap titik pusat putaran dibawah massa batuan oleh gaya gravitasi dan atau gaya dorong dari massa batuan dibelakannya atau gaya yang ditimbulkan oleh tekanan air yang mengisi rekahan batuan. Jungkiran ini biasanya terjadi pada tebing-tebing yang curam dan tidak mempunyai bidang longsoran.
- Longsoran
Gerakan yang terdiri dari regangan geser dan perpindahan sepanjang bidang
longsoran dimana massa berpindah melongsor dari tempat semula dan
terpisah dari massa tanah yang mantap.
- Penyebaran Lateral
Gerakan menyebar kearah lateral yang ditimbulkan oleh retak geser atau retak tarik. Tipe gerakan ini dapat terjadi pada batuan ataupun tanah.
- Aliran
Gerakan tanah yang disebabkan oleh adanya aliran air permukaan (air runoff)
yang debitnya cukup besar dimana ikatan kohesi tanah telah mengalami titik
jenuh.

Dari kelima tipe gerakan tanah atau longsoran diatas hasil pantauan penulis tipe longsoran diSulut yang banyak terjadi adalah kombinasi antara 3 dan 4 .

3. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor adalah,
- Tidak adanya tanaman pelindung lereng menyebabkan kaki lereng tererosi oleh aliran air sungai atau aliran air hujan yang menyebabkan tegangan horizontal turun,
- Adanya galian galian tanah
- Pembongkaran sheet pile atau tembok penahan tanah serta salah desain
- Peningkatan tegangan vertikal akibat air hujan tertahan diatas lereng
- Timbunan deposit halus
- Timbunan tanah
- Berat bangunan
- Jalan dan kendaraan
- Pergerakan tektonik dan gempa bumi.

4. Cara-cara Memprediksi Terjadinya Tanah Longsor
a. Secara Visual Dengan Mata
- Sebelum terjadinya longsor besar terjadi longsor kecil berupa jatuhan
tanah dari tebing
- Timbulnya mata air yang keluar dari tebing longsor yang sebelumnya
tidak ada
- Terjadinya pergeseran tanah
b. Dengan Perhitungan Menggunakan Teori Longsor
- Pemeriksaan sifat-sifat fisik dan mekanika tanah seperti shear streng/
kuat geser tanah, soil classification/klasifikasi tanah dengan alat-alat
laboratorium mekanika tanah (Boring, Sondir, Triaxial, Konsolidasi,
Permiabiliti Test, SPT, UCT, Direct Shear, dll)
- Analisa kestabilan lereng dengan menggunakan Komputer (Teori
Fellenius, Bishop, Jambu, dll)
- Menggunakan Grafik (Teori Cousins, Janbu, Duncan, Hoek & Bray, dll
c. Pemasangan Alat/Instrumen Di Daerah Longsor
- Pengamatan Dipermukaan Tanah (Patok Geser, Strainmeter)
- Gerakan Dibawah Permukaan (Inklinometer, Deflektometer, Shear Strip Indicator, Accoustical Emission)
d. Pengukuran Beban dan Tekanan Pada Tanah
- Pisometer
- Strainmeter

5. Metode Penanggulangan Tanah Longsor
Prinsip dasar pada suatu lereng bekerja gaya-gaya yang terdiri dari gaya pendorong dan gaya penahan. Suatu lereng akan longsor bila keseimbangan gaya-gaya yang bekerja terganggu, yaitu gaya pendorong melampaui gaya penahan. Oleh karena itu prinsip penanggulangan longsoran adalah mengurangi gaya pendorong atau menambah gaya penahan. Beberapa metode penanggulangan longsor seperti :
a. Mengubah Geometri Lereng
Cara ini adalah dengan melakukan pemotongan dan penimbunan pada ujung
kaki. Metode ini umumnya dilakukan untuk tipe longsoran rotasi
b. Mengendalikan Air Permukaan
Cara ini untuk mencegah masuknya atau mengurangi rembesan air permukaan
kedaerah longsoran, misalnya dilakukan dengan cara menanam tumbuhan,
menutup retakan, tata salir dan perbaikan lereng (regarding).
c. Mengendalikan Air Rembesan
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menurunkan muka air tanah didaerah
longsoran, metode yang sering dilakukan antara lain sumur dalam (deep well),
penyalir tegak (vertikal drain), pelantar (drainase gallery), sumur pelega (relief
well), penyalir parit pencegat (interceptor drain), penyalur liput (blangket
drain) dan elektro osmosis.
d. Penambatan dan Tindakan Lain, cara ini untuk menahan massa tanah dengan membangun bronjong, sheet pile, tembok penahan, stabilisasi tanah, pemasangan geotekstil, bangunan silang (jembatan talang), penggunaan bahan ringan dan relokasi

6. Pola Pengendalian Bencana Tanah Longsor
Untuk menanggulangi dan menentukan cara yang tepat dalam menangani suatu kelongsoran tanah/batuan, maka perlu memahami terjadinya longsoran. Penyelidikan dan instrumentasi geoteknik perlu dilakukan untuk memperoleh data/parameter tanah/batuan guna memantapkan analisis perhitungannya. Cara analisis kestabilan lereng tergantung dari tipe longsoran dan sejarah geologinya.
Dengan memahami masalah longsor dan metode penanggulangannya maka pemerintah dalam hal ini perlu membuat Master Plan Pola Penanggulangan Bencana Tanah Longsor diSULUT yang berisi :
- Pemetaan daerah rawan longsor (harus dibuat baru karena telah terjadi banyak perubahan lahan) yang mengklasifikasi atau rekomendasi tentang daerah-daerah mana yang boleh menjadi daerah yang bisa dibangun bangunan seperti kantor, rumah tinggal serta daerah mana yang harus menjadi hutan kota, dll
- Hasil pemetaan ini harus diperkuat dengan landasan hukum seperti Peraturan daerah (Perda) dan di tuangkan dalam Rencana Tata Ruang Kota/Kabupaten dan harus dievaluasi minimal sekali setahun.
- Hasil pemetaan ini harus disosialisasikan kepada masyarakat
Demikianlah tulisan ini dibuat dengan maksud untuk dapat memitigasi/memperkecil bahaya bencana tanah longsor dimana upaya-upaya ini harus ditambah lagi dengan peningkatan iman masyarakat Sulawesi Utara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar