Materi Kuliah Rekayasa Pondasi II-Deep Foundation

Waspada terhadap bencana gempa, tsunami, banjir, longsor, letusan gunung berapi !!!

Minggu, 07 November 2010

Info Terkait Merapi

Re: [forum-geoteknik-indonesia] Info terkait Merapi
From:haje
To: forum-geoteknik-indonesia@yahoogroups.com

Mas Dar dan rekan2 ysh,
Menarik sekali skenario yg disampaikan yg mengaitkan aktifitas gunung merapi dg kemungkinan ter-aktifkan kembali patahan2 yg ada di sekitarnya yg bisa mengakibatkan gempa. Berikut ini komentar saya:

1. Selama dua puluh tahun terakhir mengikuti sebab2 terjadinya gempa besar, saya perhatikan semuanya terjadi karena gempa tektonik, mulai yg terjadi di alaska, menyambung ke california dan seterusnya ke negara amerika selatan spt chile dll. Juga dari gempa Izmit di turki, yg menyambung ke gempa2 di iran dan pakistan, Jepang, taiwan, china dll dan tentu saja gempa2 yg terjadi di lempeng2 asia akibat subduksi lempeng australia.
Selain itu, saya belum pernah melihat/membaca adanya gempa tektonik yg diakibatkan adanya aktifitas letusan gunung berapi. Bukan berarti tidak mungkin, tapi selama karir saya yg terbatas ini belum ada. Saya tidak tahu kalau ada yg lain yg pernah menemukan kasus ini.
2. Dari pandangan teori tegangan-regangan lempeng, dalam kondisi normal, tekanan yg besar dari dalam inti bumi membuat lempeng2 tektonik yg mengapung di atas magma cair bergerak, menekan dan bergeser satu sama lain yg dalam suatu waktu tertentu jika kuat geser lempeng terlampaui akan runtuh dan menghasilkan gempa. Letusan gunung spt ini sebenarnya merupakan stress release yg mengakibatkan berkurangnya tegangan kompresi yg terjadi pada daerah tumbukan lempeng. Dg demikian, letusan ini malah mengurangi kemungkinan terjadinya patahan atau pergeseran tiba2 lempeng2 tektonik di sekitarnya.

Ini hipotesis saya dan dengan software yg tepat bisa dimodelkan secara numerik utk dibuktikan kebenarnnya atau ke-tidak-benarannya.

salam prihatin,
Haje

2010/11/7 Sudarmanta

Rekan-rekan millist, saya mendapat email ini terkait situasi Merapi di Jawa Tengah , tapi tidak disebutkan sumbernya, mohon komentarnya :

A. Waspadai kegempaan vulkanik Merapi yg berskala besar shg membahayakan nyawa.

B.dimungkinkan mengaktifkan gunung berapi lainnya dan mengaktifkan 4 patahan gempa Yogya 5,9 SR 27 mei 06, jam 05.15, yg satu hari kemudian menyodok Lapindo 28 mei 06 dan saat ini lapuknya lapisan bawah Lapindo memicu terbelahnya lempeng dibawahnya.

C.Empat patahan dalam gempa Yogyakarta mnrt artikel Fukuoka dkk (Fukuoka et.al 2006: Interpretation of the 27 May 2006 Yogyakarta Earth quake and the sub surface strukture Deduced from the after shock activity observations). Adanya 4 aktivitas gempa Yogyakarta karena adanya sesar :

1.Sesar Opak
2.Sesar 10 km sebelah baratnya membujur sesar lain yang tersembunyi di bawah sedimen setebal > 1 km dengan arah yang sama dan dicurigai turut bergerak dan ini dicurigai bertanggung jawab pergeseran di Yogya dan Bantul.
3.Dari Prambanan ke tenggara melintasi Gantiwarno dan ini tidak tahu nama nya sesar ini jadi batas utara pegunungan Sewu (southern montain) dan dicurigai turut bergerak dengan adanya bukti banyak longsoran dan rekanan yang dijumpai meskipun posisinya cukup jauh dari lokasi episentrum gempa utama. Geseran sesar ini turut memporakporandakan Wonogiri dan Ponorogo.
4.Dari Parangtritis ke barat daya dinamai sesar Kulonprogo-Parangtritis ada beberapa aftershock disini menyebabkan titik longsoran di Komplek Goa Seplawan tepatnya di Watu kelir perbatasan Kulonprogo-Purworejo.

D.Untuk prediksi ke depan harus waspadai segmen di Utara Yogyakarta tepatnya di Prambanan ke utara diprediksikan ada sesar menuju Merapi-Merbabu-Telomoyo-Ungaran menurut Van Bemmelen serta segmen sebelah barat Kulonprogo (dimana dataran rendah aluvial membentang hingga ke Cilacap berujung pada sesar Citanduy-Kroya konon masih aktiv berpotensi tektonik dengan MW = 6,1E.

Ya Allah.. mohon lindungi dan selamatkan kami semua dr bencana

Sudarmanta

kaspa... kaspalayauw ®

Multi stage vs multi reversal Direct Shear Test - 2

Re: [forum-geoteknik-indonesia] Multi stage vs multi reversal
From: Fabian J Manoppo
To: forum-geoteknik-indonesia@yahoogroups.com

Sedikit komentar,
Mohon maaf saya belum pernah mencoba DST-CD dengan cara Multi Reversal tapi saya coba mengomentari sebatas yg saya tau sbb :
Direct Shear Test cenderung digunakan untuk cohesionless soil dan kelemahan lainnya bidang gesernya dipaksakan terjadi sesuai dengan alat yg ada. Pernah saya tanya ke Kepala Lab di TUN'S (Technical of Nova Scotia University Canada) saat dia melakukan uji DST dilabnya kenapa saat menarik SLOPE line nilai C nya diturunkan ke titik O dia bilang alasan tersebut diatas (koreksi kalau salah).
Sepanjang tidak ada kepentingan peneilitian atau penyesuaian dengan model test seperti pembuatan uji DIRECT SHEAR TEST dalam skala besar(Full Scale) seperti uji pemasangan GEOTEXTILE pada Embakment dll (Research oleh teman saya di Engineering Saga Univ) sehinga munkin loading shear nya perlu direstart dari awal atau diundur beberapa mm, maka menurut saya Multi Stage atau Multi Reversal dapat digunakan namun seberapa jauh pengaruhnya terhadap Peak Strength akibat me reverse (dari o atau beberapa mm) akan lebih besar atau lebih kecil saya belum ada pengalaman pak maaf.

Fabian J Manoppo

From: muslih purwana
To: FGI
Sent: Tue, November 2, 2010 12:33:16 PM
Subject: [forum-geoteknik-indonesia] Multi stage vs multi reversal

Dear Bapak-bapak di FGI,

Mohon pencerahan prosedur multi stage untuk Direct shear test. Saya sudah baca di BS, namun disitu lebih menekankan ke multi-reversal untuk mencari peak strength dan residual dengan beban normal yang sama. Maksud saya, apakah boleh dilakukan multi reversal tapi dengan penambahan beban sehingga diperoleh peak strength yang berbeda sehingga diperoleh c dan phi. Kelihatannya metode ini belum dimasukkan ASTM D 3080 (ttg CD Direct shear)
Dari beberapa paper yang saya baca kelihatannya ada persamaan antara multi reversal dan multi stage. Artinya multi stage itu ya multi reversal juga tapi dengan penambahan beban. Ada juga yang melakukan penambahan beban tapi tanpa reversal. Setelah mencapai peak, shearing dihentikan kemudian diberi tambahan beban normal utk dikonsolidasikan, kemudian dilanjutkan shearing tanpa di reverse ke posisi awal.
Ada juga paper yang melaporkan penambahan beban dilakukan tanpa harus di reverse ke posisi awal, tetapi cukup dimundurkan beberapa mm.
Apakah semua metode tsb bisa dipakai? Pak Haje, P Febian, atau Bapak2 lainnya yang berpengalaman di lab.

Salam,
Yusep Muslih

Multi stage vs multi reversal Direct Shear Test - 1

Bls: [forum-geoteknik-indonesia] Multi stage vs multi reversal
From: muslih purwana [Chat now]
To: forum-geoteknik-indonesia@yahoogroups.com

Pak Chandra dan Pak Febian,

Sementara ini saya sudah/sedang melakukan test seperti yang pak Chandra sarankan. Beban ditambah bila sudah mencapai peak. Untuk pasir peaknya jelas sehingga mudah utk mengatur waktu penambahan beban. Untuk silty/clayey sand agak sulit karena terkadang nilai peaknya tidak diperoleh (curvanya terus naik), sehingga waktu penambahan beban ini perlu sedikit di "adjust" pada displacement yang disitu shear strength-nya kira2 sudah termobilisasi sempurna.

Terimakasih atas sarannya.
Yusep Muslih

Dari: Y.P. Chandra
Kepada: forum-geoteknik-indonesia@yahoogroups.com
Terkirim: Jum, 5 November, 2010 18:07:52
Judul: RE: [forum-geoteknik-indonesia] Multi stage vs multi reversal

Bpk Yusep Muslih

Secara logika, uji multi stage seharusnya ditambah tekanan konsolidasi saat shearing sedikit sebelum peak strength. Hal demikian harusnya berlaku juga untuk direct shear test.
Reversal dilakukan untuk mendapatkan strain yg besar supaya diperoleh residual strength. Umumnya peak sudah diperoleh sebelum habisnya displacement dalam satu stage. Sehingga kalau multistage dilakukan dengan reversal, parameter yang akan didapat adalah diantara peak dan residual dan tidak jelas penggunaannya.
Untuk mendapatkan parameter peak strength, saran saya lakukan monitoring stress-strain selama shear dan segera berhenti shearing dan tambah consolidation stress begitu stress-nya mencapai peak.
Yang perlu diperhatikan adalah shearing rate untuk memastikan kalau shear-nya benar-benar dalam kondisi drain karena saya lihat judul tes anda adalah CD. Cari shearing rate yang direkomendasikan di reference sesuai dengan jenis tanah yang akan diuji.

Salam,

Chandra

Teori Baru Dr.F.J. Manoppo, Menghitung Deflection of Pile in Soft Clay under Lateral Loads

Re: [forum-geoteknik-indonesia] (unknown)
From: Fabian J Manoppo
To: forum-geoteknik-indonesia@yahoogroups.com

Dear, Pak Rowan
Untuk menghitung Deflection of Pile in Soft Clay under Lateral Loads,
Bisa dianalisa dengan cara :

1.Numerik (ada beberapa cara, subgrade reaction, PY curve dll dgn bantuan software)
2.Analitis :
Dibawah ini beberapa cara Analitis saya cut dari hasil penelitian saya yg sedang di SUBMIT dalam bentuk paper di PIT HATTI Yogya Desember 2010, berhubung masih dalam tahap Reviewer jadi saya belum bisa kasih lengkap papernya Judul " Performance of Batter Piles in Sand under Lateral Loads"
Untuk 3 cara analitis (Poulos and Davis Theory; Sastry Koumoto dan Manoppo Theory; Chang Theory) dibawah saya bandingkan dengan hasil penelitian dilaboratorium baik untuk pasir dan lempung untuk tiang pancang tunggal vertikal dan miring.
Penjelasannya panjang tapi utk mudahnya bisa gunakan teory Poulos and Davis bisa di lihat di buku PILE FOUNDATION by POULOS AND DAVIS cara menghitung analitis sbb :

1. Hitung Qu horizontal Tiang Pancang Tunggal dibuku Poulos & Davis bisa pakai cara Konvensional, Brom's atau Meyerhof (untuk lempung)

2. Hitung Defleksi dengan rumus Poulos & Davis

Qworking(elastis) = Qu hor./2 atau Qu hor /3

3. Selanjutnya gunakan nilai Qworking(elastis) pada rumus Defleksi dari Poulos and Davis utk lempung kalau mau dicoba dengan rumus Sastry,Koumoto dan Manoppo serta Chang bisa juga tapi dari hasil penelitian saya Poulos and Davis cocok untuk tiang pancang Rigid/kaku sementara Sastry Koumoto dan Manoppo cocok untuk Tiang pancang Flexible sementara Chang Under estimate

4. Untuk Defleksi pada Grup
Hitung Qu horisontal Grup = N x Qu hor. tunggal x Efisiensi

5. Qworking(elastis) Grup = Qu hor.Grup/2 atau .../3

6. Masukkan Qworking Grup pada rumus Defleksi dari Poulos and Davis untuk lempung

7. Defleksi yg digunakan adalah Defleksi yg terkecil antara Defleksi untuk 1 tiang dan untuk Tiang Grup

Catatan :

Jika dilakukan Lateral Static Loading Test maka Qu horizontalnya bisa diperoleh dengan Manoppo F.J dan Koumoto seperti dalam penggalan Paper saya dibawah.

Kutipan Paper saya :

Based on the ultimate bearing capacities computed by using the fitting method (Manoppo, F.J and Koumoto, T, 1998), the observed deflection of flexible batter pile could be determined. The observed deflection values were compared with theoretical estimates derived from three methods as follows:

The lateral ground line deflection Y and rotation θ of rigid pile of length L under a working lateral load Q = Qu/2 ~ Qu/3. (Qu is the ultimate bearing capacity derived with the fitting method) acting at a height h above the ground surface are estimated by using the theory of Poulos and Davis, 1980

Yo = Q × (Iρh + Iρm × h/L) / Es × L × Fρ (1)

Θo = Q × (Iθh + Iθm × h/L) / Es × L2 × Fθ (2)

Yl=Yo+tan(θo)h (3)

Where, Yo and θo are the ground surface deflection, Yl is the load level deflection, Es is the modulus elasticity of sand, Iρh, Iρm= Iθh and Iθm are elastic influence factors of sand for a rigid pile, Fρ and Fθ are yield deflection and rotation factors of sand, respectively. This method is referred to as method 1.

In the case of of flexible pile, the method suggested by Sastry, Koumoto and Manoppo, 1995,1996 were used, in which the length L of pile was replaced with the length effective Le

Le/L=2.3×Kr0.2≦1 (4)

Kr=EpIp/Es’L4 (5)


Where, Kr is the relative stiffness of pile. Considering average constant values of Iρh=7.5, Iρm= Iθh=9, Iθm=12.

The Yl values are then computed according to equation 3. This approach is referred to as method 2.

Deflection values due to a working lateral load Q acting at a height h above the ground level on a flexible pile of length L embedded in a soil with a uniform normal secant modulus of Es’ are also computed by Chang, 1973

Yl = Q{(1+β)3+0.5} / 3 × Ep × Ip × β3 × Fθ (6)

β=(Es’/4EpIp)0.25 (7)

This approach is referred to as method 3.

Semoga dapat membantu,
Fabian

From: Rowan
To: forum-geoteknik-indonesia@yahoogroups.com
Sent: Sun, November 7, 2010 3:57:36 AM
Subject: [forum-geoteknik-indonesia] (unknown)

Dear bapak2 dan ibu2 yang ada di FGI,, saya mau nanya bagaimana cara dan langakah2 untk mencari defleksi pada tiang group pada tanah lempung lunak,, mohon banuannya